7 Golongan yang Tidak Berhak Menerima Zakat Fitrah

Date:

Share post:

Surabaya – Zakat merupakan kewajiban yang harus dikerjakan umat Islam. Zakat fitrah diberikan kepada golongan yang berhak. Dan, tidak diperbolehkan diberikan kepada golongan yang tidak berhak.

Diketahui, zakat secara bahasa berasal dari kata zaka yang artinya tumbuh, suci, dan berkah.

Sementara secara istilah, zakat merupakan segala sesuatu yang dikeluarkan seseorang sebagai kewajiban kepada Allah SWT. Kemudian zakat tersebut diberikan kepada orang yang memang berhak menerimanya.

Perintah membayar zakat tercantum dalam surah Al Baqarah ayat 110 sebagai berikut:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ ۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: Dirikanlah salat serta tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang telah kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Golongan yang Tidak Berhak Menerima Zakat

Terdapat sejumlah orang yang tidak berhak menerima zakat. Siapa saja?Berikut tujuh golongan yang tidak berhak menerima zakat.

1. Keturunan Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Pada suatu hari Hasan (cucu Rasulullah) telah mengambil sebuah kurma dari zakat, lalu dimasukkan ke mulutnya. Rasulullah berkata (kepada Hasan), ‘Jijik, jijik, muntahkan kurma itu, sesungguhnya tidak halal bagi kita (Nabi dan keturunannya) mengambil sedekah atau zakat.” (HR Muslim)

Selain itu, Abu Hurairah juga pernah berkata dalam hadis, “Bahwasanya Nabi SAW apabila diberi makanan, beliau menanyakannya. Apabila dijawab hadiah, beliau memakan sebagiannya. Apabila zakat, beliau tidak memakannya.” (HR Muslim dan Bukhari)

2. Tidak Beragama dan Non Islam

Seseorang yang tidak mempunyai agama dan non Islam tidak berhak menerima zakat. Meskipun mereka tidak berkecukupan, apabila umat Islam membantu, hal tersebut tidak dihitung sebagai zakat melainkan pemberian biasa.

Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam surah Al Insan ayat 8, Allah SWT berfirman:

وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Artinya: Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.

3. Orang Kaya

Seseorang yang mempunyai harta berlimpah tidak berhak menerima zakat. Hal tersebut karena mereka masih mampu untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri maupun keluarganya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa minta-minta sedang ia mempunyai kekayaan maka seolah-olah ia memperbesar siksaan neraka atas dirinya. Mereka bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah arti kaya itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Orang kaya adalah orang yang (hartanya) cukup untuk dimakan sehari-hari.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

4. Berada di Bawah Tanggungan Orang yang Berzakat

Ketika seseorang tidak mampu, namun masih di bawah tanggungan orang yang berzakat, maka ia termasuk ke dalam golongan yang tidak berhak menerima zakat. Kecuali ada hal lain yang memperbolehkannya seperti ia berlaku sebagai seorang amil zakat.

5. Istri

Memberikan zakat kepada istri tidak diperbolehkan. Ulama Ibnu al-Mundzir menjelaskan, menafkahi istri merupakan kewajiban seorang suami. Maka dari itu, istri tidak perlu menerima zakat dari suaminya.

“Para ulama sepakat bahwa suami tidak memberi zakat kepada istrinya. Sebab, menafkahi istri adalah kewajibannya, sehingga dengan nafkah tersebut istri tidak perlu menerima zakat, sama seperti kedua orang tua,” katanya.

6. Budak

Dalam segi hukum fiqih, budak atau pembantu merupakan milik tuannya. Dengan demikian, budak termasuk ke dalam golongan yang tidak berhak menerima zakat karena harta tersebut akan menjadi milik tuannya. Padahal, zakat tidak boleh diberikan kepada orang yang mampu.

7. Memiliki Fisik Kuat dan Berpenghasilan Cukup

Golongan terakhir yang tidak berhak menerima zakat adalah orang-orang yang memiliki fisik kuat dan berpenghasilan cukup. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut.

“Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sedekah (zakat) tidak halal bagi orang kaya atau orang yang memiliki kemampuan (untuk mencari harta).” (HR Ahmad)

Artikel ini ditulis oleh Allysa Salsabillah Dwi Gayatri, peserta Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom

Simak Video “BAZNAS RI Tetapkan Besaran Zakat Fitrah 2024 Rp 45 Ribu”

(irb/fat)

Related articles

Mysterious killing targeting Muslims in the Amhara region

Amhara region Islamic Affairs High Council...

Eid ul-Fitr 2024: Morocco set to sight moon soon

Update: Morocco has sighted the moon. Click here for the latest update. Morocco has confirmed when it will...

Lagos commences weekend orientation for intending pilgrims – Muslim News Nigeria

The Lagos State Muslim Pilgrims Welfare Board has expressed its preparedness to commence weekend lectures/orientation programme for its...

Eid Ul Fitr Truly Symbolizes The Great Values Of Islam: President AJK

Muzaffarabad,  (Parliament Times) : President Azad Kashmir Barrister Sultan Mahmood Chaudhry, while extending his heartfelt greetings to Muslims...